Baju astronot NASA bukan sekadar kostum. Di balik tampilannya yang ikonik, ada teknologi canggih yang mampu menopang kehidupan manusia di luar angkasa bahkan hingga 6 hari dalam kondisi darurat.
Seiring dengan misi terbaru Artemis II mission NASA, perhatian publik kembali tertuju pada detail penting ini: space suit yang dipakai astronot.
Misi Artemis II: Langkah Baru Menuju Bulan
Setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo program NASA, NASA kembali mengirim manusia mendekati bulan.
Dipimpin oleh Reid Wiseman bersama Victor Glover, Jeremy Hansen, dan Christina Koch, misi ini akan mengorbit bulan selama ±10 hari.
Menjadi fondasi untuk misi pendaratan berikutnya. Membuka jalan menuju eksplorasi bulan di masa depan.
Meski tidak mendarat, misi ini jadi pencapaian besar karena manusia kembali mendekati bulan setelah puluhan tahun.
Kenapa Baru Sekarang Kembali ke Bulan?
Sejak Neil Armstrong menginjakkan kaki di bulan, eksplorasi luar angkasa sempat melambat.
Beberapa faktor utamanya:
- Perubahan politik global
- Pendanaan yang fluktuatif
- Biaya teknologi yang sangat tinggi
Kini, melalui program Artemis (2022–2028), NASA kembali menargetkan pendaratan manusia di bulan dalam beberapa tahun ke depan.
Fakta Menarik Baju Astronot NASA: Teknologi Penopang Hidup
Salah satu hal paling menarik dari misi ini adalah baju astronot berwarna oranye yang dipakai saat peluncuran.
Dikenal sebagai space suit, pakaian ini dirancang untuk:
- Melindungi tubuh dari kondisi ekstrem
- Menyediakan oksigen
- Mengatur suhu tubuh
- Menjaga astronot tetap hidup di lingkungan tanpa udara
Bahkan, biaya pembuatannya bisa mencapai $12 juta US Dollar per set.
- Beratnya mencapai 100 kg
Di bumi, beratnya bisa mencapai 100 kg. Tapi di luar angkasa, terasa jauh lebih ringan karena minim gravitasi.
- Memiliki fitur canggih
Setiap lapisan punya fungsi:
- Menahan tekanan & oksigen
- Melindungi dari suhu ekstrem
- Menahan debu luar angkasa
- Sistem pendingin internal
Astronot memakai pakaian dalam khusus dengan aliran air untuk:
- Menjaga suhu tubuh tetap stabil
- Mencegah overheating saat aktivitas tinggi
- Ransel penopang kehidupan
Bagian punggung berisi sistem vital:
- Oksigen untuk bernapas
- Pengeluaran karbon dioksida
- Sumber listrik untuk sistem suit
- Cadangan air untuk pendinginan
Sistem ini memungkinkan astronot bertahan hidup hingga 6 hari dalam kondisi darurat.
- Sistem penyelamat (SAFER)
Jika astronot terlepas di luar angkasa, mereka bisa menggunakan jet kecil untuk kembali ke posisi aman.
- Warna oranye super terang
Dipilih karena:
- Mudah terlihat di laut atau langit
- Memudahkan proses pencarian saat darurat
Kapan astronot pakai jubah
Pakaian oranye ini tidak digunakan setiap saat, melainkan hanya di momen tertentu. Seperti saat lepas landas, atau pada kondisi high risk dan emergency, serta di momen high speed ketika perjalanan kembali ke bumi.
Sesuai rencana, Artemis II sudah kembali ke bumi tanggal 11 April!