The Devil Wears Prada 2 akhirnya tayang! Setelah 20 tahun menjadi legenda pop culture, sekuel yang paling dinanti-nanti ini resmi rilis 1 Mei 2026 dan langsung meledak di box office global dengan raihan $233 juta hanya dalam satu akhir pekan pertama.
Film berdurasi 2,5 jam ini sarat dengan life lesson soal luka dan loyalitas yang pahit manis. Kalau kamu masih ragu buat nonton, baca dulu review lengkapnya di sini. Spoiler alert, ya!
Sinopsis The Devil Wears Prada 2: Era Baru, Masalah Baru
Film pertama berakhir dengan Andy Sachs (Anne Hathaway) yang memilih keluar dari Runway Magazine demi mengejar karir jurnalisme yang lebih bermakna. Dua puluh tahun kemudian, Andy sudah menjadi jurnalis investigatif ternama di New York — sampai satu pesan singkat mengubah segalanya: dia kena layoff.
Di tengah keterpurukan itu, datanglah tawaran yang tak terduga: posisi Editor di Runway. Majalah yang sama. Bos yang sama, Miranda Priestly (Meryl Streep).
Runway sedang dalam krisis. Kepercayaan investor menghilang, kredibilitas sebagai fashion portal nomor satu Amerika dipertanyakan.
Andy dan Miranda pun memulai perjalanan meyakinkan kembali para brand partner Runway dan dalam perjalanan itulah mereka bertemu kembali dengan Emily (Emily Blunt).
Momen tiga perempuan ini dalam satu frame setelah puluhan tahun adalah the nostalgia trip yang langsung bikin emosi naik.
Plot Twist: Irv Meninggal, dan Nasib Runway Sesudahnya.
Klimaks film ini terjadi di malam penghargaan bergengsi yang seharusnya menjadi puncak karier Miranda. Irv, pemilik Runway, sudah memberi sinyal bahwa Miranda akan dinaikkan menjadi global head editor untuk seluruh Runway di dunia. Tapi sebelum pengumuman resmi dibuat, Irv mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.
Tanpa pengumuman resmi itu, kekuasaan otomatis jatuh ke tangan Jay, anak Irv. Dan Jay tidak ada niat baik terhadap Miranda, dia memangkas seluruh budget tim Runway tanpa terkecuali, bahkan berniat menjual seluruh aset Elias-Clarke beserta anak perusahaannya.
Inilah momen di mana Andy memutuskan untuk berjuang bukan cuma untuk Runway, tapi untuk Miranda.
A real friend is here to support you, always.
Down akan tabiat Emily, nggak bikin Andy hilang arah. Tujuannya satu: bantu Runway sekaligus Miranda. Di tengah Andy yang berusaha, ada ‘kesadaran’ seorang Miranda mengenai satu poin: bahwa Nigel selalu ada, dan menemaninya – tanpa komplain, selalu melakukan apa yang ia suruh meskipun Miranda nggak selalu baik. Hal ini disadarinya sesaat Miranda hendak memberi speech, namun di satu sisi dirinya didesak Andy untuk segera pergi menuju sebuah tempat, sehingga speech tersebut diserahkan ke Nigel. Well deserved.
About the place Miranda’s supposed to be – berhubungan dengan the next Runway’s owner – ternyata eh ternyata, sang sahabat lah yang membeli perusahaan tersebut dan bersedia menolong Miranda; hello Sasha Barnes. See, women support women's vibes all around here.
Pada akhirnya, film The Devil Wears Prada 2 ini lebih dari sekedar pameran fashion high couture. 2,5 jam ini mengajarkan kerasnya dunia kerja, sekaligus the bitter truth about friendship. Wajib banget ditonton!





