Habis Bridgerton, belum ada serial lovey dovey lain yang nempel di hati MinBHI. Sampai akhirnya Minbhi nemu Off Campus, dan… fix langsung binge watch 8 episode.
Beautyhaul Squad, ini dia review soal serial yang dibintangi Ella Bright dan Belmont Cameli, selain chemistry-nya dapet, alur ceritanya juga terasa lebih real dan relate buat Gen Z.
Cerita Pertemuan Graham Hannah
Sejak berada di kelas yang sama, Graham mulai terobsesi mendapat nilai bagus di pelajaran filosofi akhirnya mendekati Hannah, si juara kelas untuk membantunya belajar. Demi menarik perhatian Hannah, Graham terus mencari cara untuk dekat dengannya, mulai dari sengaja memanggil namanya di kelas sampai datang ke tempat kerja Hannah. Setelah usaha panjang Graham, Hannah akhirnya setuju membantu Graham belajar filosofi.
Tapi bantuan itu tentu nggak gratis. Hannah meminta Graham membantunya mendekati Justin, cowok satu kelas yang juga seorang musisi dan diam-diam ia sukai. Dari situ, Graham punya ide untuk menjalani fake relationship alias pura-pura pacaran demi melihat apakah Justin sebenarnya tertarik pada Hannah atau tidak.
Love Triangle Dimulai
Apa yang bermula sebagai fake relationship, berubah menjadi love triangle. Sering berduaan, Hannah semakin kenal dengan Graham secara personal begitupun sebaliknya. Benih-benih cinta antara keduanya mulai hadir; tapi di satu sisi mereka belum jujur dengan masing-masing. Sehingga, goal awal masih terus berjalan, meskipun keduanya sudah mulai saling suka.
Hannah pada akhirnya meminta Justin untuk mensupervisi lagu buatannya, yang akan ia bawakan di kontes menyanyi. Di suatu momen ketika Hannah punya sesi tutor dengan Graham, ia memberitahunya kalau sesi tersebut harus dicancel, karena Hannah akan bertemu Justin. Yep, Graham jealous parah.
Di saat ini lah Justin pun ternyata melirik seorang Hannah, yang nggak cuma cantik tapi punya talenta menyanyi yang bikin Justin kepincut. Day by day Hannah dan Justin ketemu terus, bikin Justin jadi suka dengan Hannah. Di satu sisi Hannah senang, tapi ternyata hatinya kepincut oleh satu orang: Graham.
Graham dan Hannah Jadian, Cerita Hidup Keduanya Terungkap
Here comes the most exciting part: Hannah dan Graham resmi pacaran. All seem wonderful, mereka saling dukung satu sama lain di hobi masing-masing: Hannah di dunia tarik suaranya, Graham dengan dunia hockeynya. Tapi namanya hidup, walaupun ini serial cinta, tapi ada saja konfliknya.
Di sebuah malam, Hannah mengaku ke Graham kalau dirinya pernah menjadi korban kekerasan seksual - ini yang membuat Hannah jadi nggak bisa rileks ketika berhubungan dengan Graham.
On the other hand, ketika Hannah dan Graham diundang makan malam oleh keluarga Graham, di situ Hannah tahu kalau Graham juga punya past lives yang nggak indah; bahwa sang ayah merupakan pelaku kekerasan yang bikin sang ibu wafat. Graham masih menyimpan dendam dengan sang ayah, ini yang bikin dirinya minggat dari rumah.
Pada Akhirnya, Rasa Sayang yang Heal the Trauma
Keduanya punya trauma masa kecil. Tapi pertemuan keduanya justru menyembuhkan trauma masing-masing. Melalui rasa sayang yang luar biasa, Graham perlahan membuat Hannah merasa percaya diri dengan pembawaan dirinya yang gentle dan soft, sementara Hannah juga membuat Graham merasa lebih tenang dan bisa menerima masa lalunya dengan simply being there for him.
Tentu, di serial ini disenggol sedikit soal perjalanan keduanya menyembuhkan kesehatan mental mereka lewat dokter kejiwaan, but more importantly ada satu hal yang sekiranya perlu banget dilihat oleh orang-orang zaman now: sesimpel punya empati akan apa yang dialami orang lain tuh ternyata cukup untuk bikin orang merasa didengar, dan semangat!
Overall, menurut MinBHI kalian wajib nonton series Off Campus sih. Cuma 8 episode, dan ceritanya ringan, romance-nya gemas tapi tetep ada emotional side yang bikin relate buat nemenin waktu lepas penat kamu!


